Nurmila, Wartawati TV yang Keguguran Tuntut Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan

Stop Kriminalisasi Pers
Jakarta,VoxManado-Nurmila Sari Wahyuni (23), jurnalis Paser TV dirawat intensif di RSUD Panglima Sebaya, Paser, Kaltim hanya bisa pasrah. Dia berharap, aparat desa mengeroyoknya diproses hukum. Nurmila keguguran anak pertamanya karena dikeroyok saat meliput sengketa lahan.
"Setelah saya dikeroyok, saya sempat periksakan kandungan saya ke dokter. Dokter bilang hasilnya negatif, janin saya sudah tidak ada," kata Yuni saat dihubungi, Minggu (3/3/2013).
Menurut Yuni, dirinya memang sedang hamil muda. Saat insiden pengeroyokan berlangsung, Yuni sudah mengingatkan kepada para pelaku untuk tidak mengeroyoknya.
"Saya memang sedang hamil. Saya sudah bilang, kalau terjadi apa-apa dengan janin saya, kalian harus bertanggungjawab," ujar Yuni.
"Tapi mereka tidak perduli kalau saya sedang hamil. Mereka bilang wartawan tidak boleh meliput. Salah satunya oknum aparat desa itu yang bilang kalau dia yang berkuasa," tambahnya.
Akibat pengeroyokan dan pemukulan di kaki, tangan dan kepala serta perut, saat kejadian Yuni tersungkur ke tanah. Akibat kejadian, Yuni pun mengalami luka-luka dan celana yang dikenakannya pun robek.
Sedangkan Pemimpin Redaksi Paser TV Agus Salim saat dihubungi terpisah membenarkan peristiwa yang dialami wartawannya. Menurut dia, redaksi memang menugaskan Yuni untuk meliput aksi warga yang melakukan pengerusakan dipicu sengketa tanah.
"Kami sesalkan adanya penghadangan itu dan menganiaya Yuni saat mengambil gambar. Bahkan pelaku juga merampas kamera dan menghancurkan kamera wartawan saya," kata Agus Salim.
"Yuni alami luka memar dan sekarang dirawat di rumah sakit Panglima Sebaya. Kejadian itu sudah dilaporkan ke Polres Paser, Sabtu kemarin sekitar jam 12 siang," ujar Agus.
Belakangan diketahui dari orang tua Yuni bahwa Yuni mengalami pendarahan akibat pemukulan dan pengeroyokan tersebut. Agus meminta kepolisian untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan.
"Orangtua Yuni mengatakan bahwa Yuni alami pendarahan. Yuni ternyata sedang hamil muda. Kami desak kepolisian harus mengusut tuntas ini," terang Agus.
"Yuni hanya sempat mengamankan memory card dari kameranya. Karena oknum aparat desa itu tidak puas hanya merampas kamera tapi juga mengeroyok," tutup Agus.
Seperti diketahui, aksi kekerasan terhadap jurnalis menimpa Nurmila Sari Wahyuni (23), jurnalis Paser TV dirawat intensif di RSUD Panglima Sebaya, Paser, Kalimantan Timur. Dia dikeroyok oknum aparat desa berinisial Iy dan belasan orang tak dikenal saat melakukan peliputan sengketa tanah di Desa Rantau Panjang, Paser.
Yuni dikeroyok dan mengalami luka-luka sehingga harus mendapat perawatan medis. Sedangkan Kapolres Paser AKBP Ismahjuddin saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut terjadi di wilayahnya.(dtc)

Share this post :

Post a Comment

 
© 2013 - Fokus Sulut | Tabel Berita - Manado - Bitung - Tomohon - Kotamobagu - DPRD - Politik - Pemprov - Olahraga - Selebriti | Redaksi
| Desainer by Fokus Manado - Blogger